Edukasi

Beberapa Tayangan Kartun Yang Perlu Anak-Anak Hindari

kartun

Menonton tv sekarang ini sudah sangat mudah dengan akses internet. Ada berbagai situs yang mampu menyediakan layanan nonton tv online. Ada juga aplikasi yang menyediakan layanan demikian juga. Jadi kalian tidak harus memakai antena jika ingin menonton tayangan tv. Bagi anak-anak, maka kartun merupakan jenis tayangan tv yang paling disukai. Baik itu, lewat tv digital, tv analog, atau pun tv online, lebih baik selalu diperhatikan jenis tontonan si anak. Apa lagi jika si anak sering memakai smart phone, maka harus dibatasi jangan sampai tv online menyediakan tontonan yang kurang tepat. Hindari kartun yang yang mempunyai alur cerita yang terlalu panjang serta sulit dipahami misal. Tentu hal ini tak akan sesuai, kurang bisa mendukung proses tumbuh kembang si anak juga. Selain itu, harus juga kalian pertimbangkan konten tayangannya serta skenario dialognya. Meski kartun, tetapi bisa saja ada scene dominan tertentu yang kurang layak ditonton secara terus menerus. Berikut ini beberapa jenis tayangan kartun yang perlu dihindari.

Konten SARA

Lebih baik jangan berikan si anak izin nonton tayangan kartun dengan isu SARA. Konten yang menyerang, mencemooh, merendahkan, dan memojokkan agama, ras, suku, dan lainnya harus dihindari. Hal satu ini bisa dilihat misal dari warna kulitnya dan juga ciri wajah atau pun terdapat golongan tertentu. Selain itu, jangan menayangkan juga kartun untuk anak yang sering membeda-bedakan gender. Jika menampilkan konten seperti ini, maka bisa saja membuat anak akan sulit berempati yang dapat berdampak buruk kepada kehidupan sosialnya untuk masa mendatang.

Berisikan kekerasan

Jangan sampai memberikan anak izin nonton kartun yang terdapat aksi kekerasan, bertengkar atau pertikaian. Bisa secara verbal atau lewat kata-kata yang kasar, termasuk juga non-verbal misal seperti memukul, menendang, menampar, atau lain sebagainya. Beberapa hal di atas mungkin bisa juga dikemas hiperbolik atau tidak realistis. Meski begitu, tetap lebih baik dihindari. Misalnya memukul suatu karakter sampai gepeng memakai palu berukuran besar. Walau tayangan tersebut animasi dan tahu kalau hal itu mustahil, bisa saja anak-anak yang belum mempunyai pemikiran kritis susah membedakan mana yang fantasi dan yang kenyataan. Hasilnya anak masih menganggap kalau segala yang dilihat di TV ialah sebuah kebenaran.

Berbau seksual

Tak sedikit kartun yang disempilkan pornografi meski tidak banyak. Selain tidak sesuai usia anak, jenis tayangan berbau seksual juga tak baik untuk perkembangan otaknya karena masih muda. Kalangan anak kecil memang belum dapat membedakan mana benar dan mana salah. Kartun yang bermuatan tayangan di atas bisa menanamkan pemikiran kalau perilaku seksual ialah hal wajar. Anak-anak mempunyai rasa keingintahuan pastinya dan juga daya imajinasi tinggi sehingga cenderung akan meniru hal yang mereka lihat. Selain larangan tersebut, sebaiknya hindari kartun yang bisa mendorong anak untuk berperilaku konsumtif. Agar nantinya tidak ingin dibelikan mainan atau sebagainya.

Nikmati Kartun Favorit Lewat RCTI Plus

RCTI Plus merupakan salah satu platform dari MNC group yang bisa digunakan untuk menonton berbagai tayangan tv. Termasuk juga beragam tayangan kartun tersedia pada RCTI Plus. Kalian bahkan bisa juga memakai fitur Catch Up. Tidak perlu khawatir lagi melewatkan tayangan kartun favorit. Kamu bisa memakai RCTI Plus untuk menonton tayangan yang terlewat menggunakan fitur unggulan yaitu Catch Up. Lewat fitur ini, maka kamu bisa menyaksikan tayangan-tayangan kembali yang disiarkan seminggu ke belakang.