Pertanian

Cara Menanam Pohon Semangka Agar Cepat Berbuah

Selain mudah ditemukan di swalayan, kios buah hingga pinggir jalan, semangka memiliki rasa manis menyegarkan karena kandungan air yang cukup tinggi di dalamnya. Inilah yang membuatnya menjadi favorit banyak kalangan. Namun, pernahkah Anda penasaran bagaimana sebenarnya cara menanam pohon semangka?

Langkah-langkah Menanam Semangka

Ada beberapa cara menanam pohon semangka dari awal penanaman hingga membuahkan hasil, diantaranya:

1. Pilih Lahan yang Tepat

Semangka dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m di atas permukaan laut, dengan curah hujan sekitar 40-50 mm tiap bulannya. Tingkat kelembapan rendah juga cocok untuk budidaya semangka, atau dengan kata lain semangka cocok tumbuh di tempat yang cenderung kering.

Jenis tanah yang cocok untuk menanam semangka adalah tanah gembur dengan unsur hara tinggi. Usahakan tak ada gulma pada tanah tersebut. Untuk pencahayaan, semangka membutuhkan sinar matahari langsung, jadi pastikan ia ditempatkan pada lahan yang dapat terkespos matahari. Sedangkan untuk keasaman tanah, semangka akan tumbuh baik dengan pH normal yaitu antara 6 – 6,5.

2. Siapkan Bibit

Langkah selanjutnya adalah pilih bibit terbaik. Biasanya yang bagus untuk dibudidayakan adalah bibit hibrida impor. Pertama-tama renggangkan bibit. Setelah direnggangkan, rendam kembali dengan air hangat yang dicampur dengan hormon tumbuh, fungisida dan bekterisida selama 30 menit, lalu tiriskan. Jika sudah, bibit semangka siap ditanam.

3. Teknik Menanam

Jika awalnya ditanam pada polybag, maka sebaiknya pindahkan ke lahan yang sudah disiapkan setelah berusia 4 minggu. Buat lubang pada lahan dengan kedalaman 8 – 10 cm. Sebelum bibit dimasukkan, siram lubang dengan gembor agar siap untuk ditanamkan bibit. Jika sudah, berikutnya tinggal memindahkan bibit semangka dari polybag ke lahan, lakukan dengan hati-hati. Pembuatan lubang tanam ini juga dapat Anda gunakan sebagai panduan menanam buah naga, karena tekniknya hampir sama.

4. Pemeliharaan

Lakukan penyiraman rutin setiap pagi dan sore, serta lakukan juga penyiangan. Yaitu pembersihan lahan agar terhindar dari gulma maupun rumput yang mengganggu. Sehingga unsur hara dapat diserap oleh semangka dengan optimal. Jika tanaman sudah terlalu lebat, lakukan penjarangan. Jika ada bibit yang mati atau rusak, ganti dengan bibit yang baru (penyulaman).

5. Teknik Memupuk

Tambahkan pupuk organik atau pupuk kandang untuk menjaga unsur hara. Sebarkan pupuk di sekitar tanaman, beri jarak dari lubang lebih dari 10 cm. Hindari pemberian pupuk pada saat hujan karena akan terbuang.

6. Pengendalian Hama

Lakukan sanitasi pada lahan dan penyemprotan tanaman dengan insektisida dan pestisida sesuai dosis.

7. Teknik Pemanenan

Semangka siap panen memiliki ciri-ciri tertentu, diantaranya berat terasa cukup, perubahan pada warna serta batang dan daun yang mulai mengering. Selain itu jika ditepuk, suara semangka terdengar “berat”.

Panen bisa dilakukan pada pagi hari. Potong tangkai dengan gunting, sisakan 3 – 5 cm tangkai dari batang. Kemudian letakkan semangka di tempat sejuk dan jangan menumpuknya.

Demikian cara menanam pohon semangka agar sukses dan berbuah. Harus mengetahui trik yang tepat agar tak gagal panen. Bagaimana, Anda tertarik mencoba menanam sendiri?

Leave a Reply

Theme by Anders Norén