Wisata

Wisata Bandung – Panduan Berlibur ke Kawah Putih Ciwidey

Jika dibandingkan dengan wisata Bandung lainnya, Kawah Putih menjadi salah satu tempat favorit. Selain warna tanahnya, air yang ada di dalam kawah juga unik dengan warna putih kehijauan. Warna ini sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kondisi cuaca, suhu, dan banyak tidaknya kandungan belerang di dalamnya.

Sekedar tahu nama Kawah Putih saja tidaklah cukup. Kamu juga perlu tahu bagaimana sejarah Kawah Putih, lengkap dengan pedoman berlibur ke tempat ini. Informasi selengkapnya bisa kamu simak di bawah ini.

  1. Sejarah Kawah Putih

Kawah Putih terbentuk dari letusan Gunung Patuha pada abad ke-10. Kawasan di sekitar kawah dikenal angker karena setiap burung yang terbang melewati area ini akan mati. Untungnya pada tahun 1837, keangkeran kawah semakin berkurang saat seorang peneliti Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn untuk mencari informasi.

Hingga pada suatu hari Dr. Franz sampai ke puncak kawah. Disana dia melihat danau indah yang berbau belerang menyengat. Beberapa puluh tahun kemudian, tepatnya di tahun 1987, pemerintah setempat mulai mengelola Kawah Putih hingga akhirnya menjadi tempat wisata seperti sekarang.

  1. Fasilitas Kawah Putih

Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, kini Kawah Putih telah dilengkapi beberapa fasilitas penunjang. Sebut saja area parkir yang begitu luas, masjid, toilet, pusat informasi, restoran dan beberapa tempat makan.

Dengan fasilitas yang bisa dikatakan hampir lengkap, tak heran kalau Kawah Putih menjadi salah satu ikon wisata Bandung. Beberapa orang bahkan rela balik lagi untuk menikmati keindahan dari atas kawah.

  1. Cara Menuju ke Kawah Putih

Dari Kota Jakarta, kamu bisa gunakan Tol Cipularang menuju Soreang. Lanjut lagi berkendara lewat Ciwidey bagian selatan langsung menuju Kawah Putih. Sedangkan yang menggunakan angkutan umum bisa dari Terminal Leuwi ke arah Ciwidey. Lalu, lanjut naik angkot ke Situ Patenggang dan nantinya bisa turun ke Kawah Putih.

Untuk memudahkan perjalanan, sebaiknya gunakanlah kendaraan pribadi. Apalagi kalau ingin mampir di musim pandemi untuk menghindari kerumunan banyak orang.

  1. Harga Tiket Masuk Kawah Putih

Harga tiket masuk sebenarnya cukup terjangkau, yaitu Rp 25.000 per orang. Yang menjadi masalah adalah biaya parkirnya cukup mahal. Untuk mobil sebesar Rp 150.000, parkir motor Rp 35.000, dan bus Rp 25.000 di parkir bawah.

Parkir bawah maksudnya letak kendaraan agak jauh dari lokasi kawah. Itu artinya kamu harus jalan kaki sebentar untuk bisa sampai ke kawah.

  1. Tips Berwisata ke Kawah Putih di Masa Pandemi

Terakhir yang tak kalah penting adalah tips berwisata ke Kawah Putih. Agar perjalananmu aman dan berkesan, bawalah jaket karena suhu udara disini cukup dingin. Bawa juga sunblock sebelum beraktivitas, pakai masker, dan sediakan hand sanitizer untuk menjaga higienitas tangan.

Bagi yang pergi ke Kawah Putih bersama rombongan, sebaiknya gunakan bus untuk menampung semua penumpang. Jadi, tidak ada satu orang pun yang terpisah. Satu referensi sewa bus Bandung yang bisa dicoba adalah TRAC.

Mengapa TRAC? Karena perusahaan ini merupakan salah satu penyedia transportasi terbaik di Indonesia. Dengan layanan yang hangat, armada bus yang bervariasi, dan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi, perjalananmu menuju Kawah Putih pasti lebih aman.

Leave a Reply